Luwuk, Infosulut.id – Pasusean atau mengais hasil laut digelar usai lebaran hari raya digelar Desa Ondoliang Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Luwuk Banggai Provinsi Sulawesi Tenggah dengan penuh kesederhanaan dan kekeluargaan.
Pasusean yang di gelar setiap tahun sekali ini, dihadiri masyarakat ondoliang dan masyarakat desa sekitarnya.
Ratusan masyarakat padati kegiatan tersebut pada Kamis (26/03/2026) di pinggir pantai desa tersebut.
Pasusean bermula sejak 1943 tahun yang silam yang dibentuk oleh para leluhur yang pekerjaanya sebagai seorang nelayan dan petani berasal dari daerah desa kintom Toili, Giwang, Mamping Balantak serta Desa Pagimana.
Saat itu juga dipimpin oleh Kepala Kampung pertama yang bernama Aawa Indawang dengan nama Desa Pertama Ndioliang dan kemudian berubah nama pada Tahun 1970 menjadi Desa Ondoliang sampai saat ini.
Pembaca sejarah, Trismanto Rompas
Kata dia, Acara ini mengenang sejarah para leluhur apa yang mereka lakukan pada masa lalu tersebut.
“Zaman dulu para kelompok nelayan dan petani dari jauh melakukan aktivitas mencari hasil laud disini,”kata dia.
Sementara dalam Hikmah halal bi Halal dibawahkan oleh ustad Yasno Sunggong menyampaikan, silaturahmi mengacu pada menjaga hubungan kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat.
“Islam sangat menekankan pentingnya silaturahmi, baik dalam Al-Quran maupun hadits Nabi Muhammad SAW,”kata dia.
Lanjut dia, Silaturahmi sangatlah penting dalam mempererat tali persahabatan antar sesama
“Silaturahmi adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah dan orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir.Dengan begitu, banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan,”jelasnya.
Camat Balantak Utara, Kurnia Candra
Juga menekankan soal jalinan silaturahmi. Kata dia, kegiatan ini sangat baik dan bermanfaat.
“Semoga kegiatan ini tetap dijaga, dipertahankan dan terus dilestarikan setiap tahun,” ujar dia.
Sementara Kepala Desa Ondoliang, Riswanto Mangendre menyampaikan,
Kegiatan ini sangatlah bermanfaat dalam menjalin silaturahmi dan meningkatkan persaudaraan disini.
“Kegiatan ini akan terus kami lestarikan dan tingkatkan demi menjaga jalinan persaudaraan,”tutup dia.
Adapun menu yang disiapkan dalam hari raya posusean tersebut adalah hasil pertanian seperti padi, jagung, pisang, kacang hijau, umbi umbian lainnya, hasil laut baik ikan dan kerang laut yang didapati oleh para nelayan di panti desa tersebut.(Kifli).
