Peringati Hari Lahan Basah, Pencinta Alam di Manado Bagikan Bibit ‘Dapur Hidup’ ke Warga

oleh
oleh

( Info Foto : Pembagian Bibit ”Dapur Hidup” oleh Pencinta Alam di Kota Manado kepada Masyarakat setempat/CR)

Manado, Infosulut.id – Sejumlah organisasi pencinta alam di Kota Manado, Sulawesi Utara, menggelar aksi kolaboratif lingkungan di Kelurahan Molas Lingkungan 5, Kecamatan Bunaken, Selasa, (17/2/2026). Aksi ini diisi dengan penanaman pohon, pembersihan bantaran sungai, hingga pembagian bibit tanaman gratis bagi warga setempat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok Pencinta Pelestari Alam (KPPA) Tarantula Adventure dan Kelompok Muda Pencinta Alam Tindakan Antusias Simpati Alam (KMPA-TANSA). Selain sebagai bentuk konservasi, agenda ini menjadi ajang konsolidasi dan silaturahmi antar-organisasi pencinta alam di ibu kota Sulawesi Utara tersebut.

Penyelenggara kegiatan dari KPPA Tarantula Adventure, Aprilia Beslar, menyebutkan bahwa aksi ini merupakan momentum ganda bagi para aktivis. “Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lahan Basah Sedunia sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan,” ujar Aprilia di sela-sela kegiatan.

Sedikitnya lima organisasi pencinta alam terlibat dalam kolaborasi ini, termasuk Ciroptera, Arsas, Silvatera, PPAB Everest. Fokus utama mereka adalah mendorong masyarakat melakukan penghijauan dari lingkup terkecil, yakni pekarangan rumah.

Dalam aksi tersebut, para relawan membagikan tiga jenis bibit tanaman yang mendukung konsep “dapur hidup”, di antaranya: Cabai (Rica), Kemangi, Pucuk Merah.

“Fokus kami adalah mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penghijauan, dimulai dari halaman rumah sendiri,” tambah Aprilia

Tak hanya urusan tanam-menanam, para aktivis juga turun ke lapangan untuk menyisir sampah di sepanjang bantaran Sungai Cempaka. Aksi bersih-bersih ini bertujuan untuk menjaga kelestarian aliran air dan mencegah sumbatan sampah yang kerap memicu masalah lingkungan di wilayah pemukiman.

Inisiatif ini menuai apresiasi dari warga. Delvy Sondakh, salah satu warga Kelurahan Molas yang menerima bibit gratis, berharap gerakan seperti ini terus berlanjut secara konsisten.

“Semoga bibitnya tumbuh subur sehingga ada penghijauan di depan rumah. Kami berharap kelompok pencinta alam terus bekerja dengan baik agar memberikan dampak yang lebih besar lagi bagi masyarakat,” tutur Delvy.

Melalui gerakan ini, para aktivis berharap kesadaran kolektif warga Manado terhadap kelestarian ekosistem semakin meningkat, terutama dalam memanfaatkan lahan sempit menjadi area hijau yang produktif.

Penulis : Tim Redaksi Infosulut.id (CR)