Wali Kota Kotamobagu Bahas Kerja Sama Kuliah Jarak Jauh dengan UNIKOM Bandung

oleh -19 Dilihat
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menerima audiensi pimpinan Universitas Komputer Indonesia Bandung yang dipimpin Bobi Kurniawan, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama penyelenggaraan perkuliahan jarak jauh bagi masyarakat di Kota Kotamobagu.

Kotamobagu, infosulut.id – Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menerima audiensi dari pihak Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung untuk membahas rencana kerja sama penyelenggaraan Perkuliahan Jarak Jauh (PJJ), Rabu (11/2/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Wali Kota Kotamobagu. Asisten III Setda Kotamobagu, Mohammad Agung Adati, turut hadir dalam kegiatan itu.

Sejumlah alumni UNIKOM yang kini bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu juga ikut menghadiri audiensi tersebut.

Dari pihak kampus, Ketua Tim Perkuliahan Jarak Jauh UNIKOM, Bobi Kurniawan, memimpin rombongan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kerja sama pendidikan tinggi melalui sistem perkuliahan jarak jauh. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Kotamobagu dan sekitarnya.

Wali Kota Weny Gaib menjelaskan bahwa UNIKOM menawarkan sistem pendidikan jarak jauh yang dapat diikuti langsung dari Kotamobagu dengan dukungan fasilitas dari pemerintah daerah.

“Pihak UNIKOM menawarkan kepada masyarakat Kota Kotamobagu untuk mengikuti sistem pendidikan jarak jauh. Pemerintah diminta memfasilitasi dengan menyiapkan satu ruangan sebagai tempat pendaftaran. Jadi masyarakat tidak perlu ke Bandung, cukup di sini saja. Untuk administrasi, mereka akan mengirimkan perwakilan guna memberikan arahan serta informasi tentang tata cara pendaftaran, sistem perkuliahan, dan penjadwalannya,” ujar Weny Gaib.

Sementara itu, Bobi Kurniawan menjelaskan bahwa sistem perkuliahan jarak jauh memiliki sejumlah keunggulan. Model ini memberi kesempatan masyarakat di daerah untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus pindah ke kota besar.

“Model PJJ ini dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah serta membuka kesempatan belajar yang lebih inklusif bagi masyarakat,” jelas Bobi Kurniawan.

Ia menambahkan bahwa metode tersebut juga dapat mengurangi biaya hidup mahasiswa, seperti biaya transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan lainnya di kota besar.

Ke depan, Universitas Komputer Indonesia berencana membuka Program Studi Sistem Informasi jenjang Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) melalui sistem perkuliahan jarak jauh dengan metode pembelajaran sepenuhnya daring.

Rencana kerja sama ini mendapat respons positif dari Pemerintah Kota Kotamobagu sebagai langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses pendidikan tinggi di daerah. (adhe)