Puncak BIK Sulut 2025, Terdapat 90 Kegiatan Dengan Total 8.598 Peserta

oleh -11 Dilihat
oleh

Manado, Infosulut.id – Bertempat di Atrium Megamall Manado pada Jumat (24/10/2025), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Provinsi Sulawesi Utara
Tahun 2025.

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari yakni pada tanggal 24–25 Oktober 2025 tersebut berlangsung meriah.

Melalui Kepala OJK Provinsi
Sulawesi Utara dan Gorontalo, Robert H.P. Sianipar menyampaikan,
Kegiatan dalam kerangka pembangunan nasional, Pemerintah Indonesia telah menetapkan inklusi
keuangan sebagai indikator prioritas dan sebagai bagian dari arah pembangunan Stabilitas
Ekonomi Makro dengan target sebesar 91% pada tahun 2025, sebesar 93% pada tahun
2029 dan sebesar 98% pada tahun 2045, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029 dan Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025–2045.

“Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025, tercatat
sebesar 80,51% masyarakat Indonesia telah menggunakan produk dan/atau layanan jasa keuangan formal, meningkat 5,49% dari tahun 2024. Namun, masih terdapat gap sebesar 10,49% untuk mencapai target 2025,” kata Sianipar.

Lanjutnya, Untuk mendukung percepatan pencapaian target inklusi tersebut, OJK bersama Kementerian/Lembaga dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) menginisiasi Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang dilaksanakan setiap bulan Oktober.

“BIK dilaksanakan secara nasional sebagai sarana untuk membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat, khususnya masyarakat daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dan Mengampanyekan budaya menabung serta meningkatkan pemahaman dan awareness masyarakat terhadap produk dan/atau layanan
jasa keuangan,”jelas Sianipar.

Lanjut dia, Ini juga untuk mendorong pembukaan rekening serta penggunaan produk dan/atau layanan jasa keuangan dengan mempublikasikan program literasi dan inklusi keuangan serta pelindungan konsumen; dan
Meningkatkan aliansi strategis dengan stakeholders terkait.

“Sejak bulan September hingga pelaksanaan hari ini, rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan
(BIK) 2025 di Provinsi Sulawesi Utara telah dilaksanakan secara masif oleh OJK, Industri Jasa Keuangan dan stakeholder terkait,”kata dia.

Ditambahkannya, Seluruh kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan, mendorong pembukaan rekening, serta memperluas akses keuangan secara merata kepada seluruh segmen masyarakat.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, selama periode rangkaian BIK di Provinsi Sulawesi Utara, terdapat 90 kegiatan dengan total 8.598 peserta yang disertai dengan
pembukaan 2.362 rekening tabungan, pembukaan 196 rekening efek, dan penyaluran 584 kredit/pembiayaan baru dengan total nominal inklusi mencapai Rp74,72 juta,”ungkap dia.

Di Provinsi Sulawesi Utara, katatanya lagi, OJK SulutGo turut meningkatkan literasi dan inklusi keuangan
melalui kegiatan dengan menyasar segmen prioritas, pembentukan duta literasi keuangan, pemanfaatan sarana edukasi bergerak seperti SiMOLEK serta mendorong perekonomian daerah melalui program pengembangan ekonomi daerah. Selama bulan Januari hingga saat ini, terdapat 91 kegiatan edukasi dan menjangkau 695.910 orang peserta yang dilaksanakan oleh
kantor OJK Sulutgomalut bersama Industri Jasa Keuangan beserta stakeholder terkait.

“Dari 91 kegiatan terdapat 18 kegiatan inklusi keuangan dengan perluasan akses keuangan kepada
4.527 peserta.dan Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih kepada seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dan pihak terkait yang telah berkontribusi aktif dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) khususnya di wilayah Sulawesi Utara,”katanya.

Katanya lagi, Kerja keras dan kolaborasi yang luar biasa ini tidak hanya berhasil membuka ribuan produk dan akses keuangan, tetapi juga memperkuat literasi keuangan bagi masyarakat dan Sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, hari ini kita bersama-sama melaksanakan Financial Expo Sulawesi Utara 2025.

“FinEXPO Sulut menghadirkan 25 booth pameran industri jasa keuangan dari perbankan,
perusahaan pembiayaan, pasar modal, asuransi, dan pergadaian, serta booth dari Bank
Indonesia,”jelas Sianipar.

Katanya, FinEXPO yang kita laksanakan hari ini merupakan showcase nyata dari sinergi antara OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Jasa Keuangan melalui FKIJK Sulawesi utara. Lebih dari sekadar
pameran, FINEXPO adalah ruang interaksi, ruang edukasi, sekaligus ruang kolaborasi untuk
memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh pihak untuk
meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar setiap individu mampu mengambil
keputusan finansial yang bijak dan
Mendorong inklusi keuangan yang merata hingga pelosok daerah, selaras dengan semangat
membangun dari bawah,” ungkap Sianipar.

OJK berkomitmen katanya lagi, untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan agar program ini berjalan dengan baik dan
berkesinambungan dan kegiatan yang ada pada BIK 2025 tidak hanya menjadi ajang seremonial, tapi juga
mampu memberikan dampak nyata dalam peningkatan pemahaman dan penggunaan produk serta layanan keuangan serta mempercepat pencapaian target inklusi keuangan nasional sebesar 91% pada
tahun 2025.(Kifli).