Foto Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Manado.
Manado, Infosulut.id – Dugaan Bullying pada Siswa yang terjadi di SMA Citra Kasih Manado tahap pertama telah selesai dimediasi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah Provinsi Sulawesi Utara melalui Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Manado, Marsel S Silom pada Selasa (22/07/2025) diruang kerjanya.
“Tim kami telah datang di Sekolah Senin (21/07/2025) Siang kemarin dan hasil mediasi pihak Sekolah tersebut telah menyepakati dengan saling permintaan maaf kedua belah pihak yang melibatkan para orang tua siswa,”kata Marsel S Silom.
Memang kata dia, kasus bullying di skolah ada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. “kami hanya memastikan mediasi ini apa berjalan dengan baik atau tidak,”jelasnya.
Kata dia, kasus ini kan hanya sampai di memediasi dan kami melihat dan mempelajari sampai dimana sebab akibatnya.
“Sekolah punya aturan sendiri dan kami hanya memastikan ada kasus bullying ini ada terjadi atau tidak dan apa ada diskriminasi disana karena ini sudah termasuk kekerasan psikis,”jelas Marsel S Silom.
Dia menjelaskan, setiap satuan pendidikan, termasuk sekolah dasar (SD), wajib membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK). Pembentukan TPPK ini diatur dalam Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 dan bertujuan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
“Tujuan pembentukan TPPK untuk mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan sekolah serta memastikan adanya respon cepat jika terjadi kekerasan,”ungkapnya.
Memang lanjutnya, tujuan mediasi supaya ada damai dari kedua belah pihak dan akalu ada proses hukum diserahkan pada pengacara tetapi, konteks perlindungan kami siap mengawalnya dan mendampingi hingga selesai.
“Kami bersyukur tahap awal mediasi kemarin siang Senin (21/07/2025) di Sekolah, kedua belah pihak telah saling meminta maaf dan nanti akan dilanjutkan mediasi lanjutan bersama teman-temannya yang lain yang belum sempat dimediasi,”katanya.
Dia mengatakan, Siswa tersebut pada hari ini Selasa (22/07/2025) telah masuk Sekolah seperti biasa.
“Kami hanya konteks mendampingi yang mengadu karena fungsi kami pendampingan dan kami juga butuh asesmen mempelajari dan kami lebih ke penyelesaian,”ungkap Marsel S Silom.
Kepala Seksi tindak lanjut UPTD PPA Manado, Mega Sondakh menambahkan, kami kemarin (21/07/2025) sudah turun langsung ke Sekolah dan telah di mediasi pada tahap awal dan mereka sudah saling memaafkan.
“Nantinya akan ada lagi mediasi lanjutan pada siswa yang lain dan mereka akan dipertemukan untuk saling meminta maaf,”kata Sondakh.
Lanjutnya, memang dugaan kasus Bullying dari Sekolah itu baru kali ini kami terima.
“Kami berharap setiap Sekolah wajib ada tenaga mediator untuk melakukan mediasi kasus-kasus seperti ini,”harap dia.
Dalam pernyataan keluarga korban pada awak media pada Senin (21/07/2025) mengatakan, bahwa mereka telah melaporkan dugaan kasus ini ke Polda Sulut, dan UPTD PPA Manado dan telah menemui Sekdis Dinas Pendidikan Sulut, Jefri Edwin Runtuwene pada Senin (21/07/2025) pukul 11.30 agar bisa dimediasi dengan cepat.
“Bersyukur mediasi pertama di Sekolah pada Senin (21/07/2025) siang sudah ada kesepakatan saling meminta maaf kedua orang tua siswa dengan dihadiri pihak UPTD PPA Manado dan akan dilanjutkan lagi untuk mediasi selanjutnya dengan teman-temannya yang lain agar masalah ini bisa selesai,”kata mereka.
Dalam konfirmasi ke pihak Sekolah sampai saat ini, belum memberikan keterangan resmi kepada awak media walaupun sudah berbagai cara dilakukan baik melalui pesan WhastApp kepada Kepala Sekolah Maggie Montung dan datang ke pihak Sekolah tetapi kata Kepsek masih ada rapat tidak bisa ditemui.
Terakhir, usai pertemuan dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Jefri Edwin Runtuwene SE M.Si tadi siang Selasa (22/07/2025) diruangan, pihak Sekolah belum mau memberikan klarifikasi pada awak media dan hanya menyampaikan nanti akan dihubungi lagi.(Kifli).
