BI Sulut : Perekonomian Sulut Masih Tetap Naik, Triwulan I 2025 Tumbuh sebesar 5,62%

oleh
oleh

Manado, Infosulut.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut, Andry Prasmuko menyampaikan, PDRB Sulut pada triwulan I 2025 tumbuh sebesar 5,62% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,87%.

“Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah guna menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah,”ungkap Andry Prasmuko pada Rabu (28/05/2025).

Kata dia, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia tanggal 20-21 Mei 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50%, suku bunga Deposit Facility menjadi 4,75%, dan Lending Facility menjadi 6,25%.

“Arah kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi,”jelasnya.

Dari sisi perkembangan harga kata dia, tingkat inflasi Sulut tetap terjaga, dimana pada April 2025 Sulut mengalami inflasi 1,02% secara bulanan seiring berakhirnya masa pemberlakuan kebijakan diskon tarif listrik 50% di Februari 2025. Hal ini menyebabkan tagihan listrik pasca bayar bulan Maret mengalami penyesuaian tarif ke harga normal pada pembayaran di bulan April 2025.

“Perkembangan positif juga terlihat pada sistem pembayaran dan Digitalisasi ekonomi dan keuangan semakin diterima masyarakat Sulut,”ungapnya.

Lanjut dia, Sampai dengan April 2025, volume transaksi digital melalui BI-Fast, QRIS dan Uang Elektronik (UE) terus menunjukkan peningkatan signifikan.

“Perkembangan kinerja perekonomian yang tumbuh lebih tinggi tercermin dari peningkatan nominal transaksi yang tercatat baik di BI-RTGS untuk nominal besar maupun BI-Fast untuk ritel,”ungkap dia.

Pada akhir pertemuan dengan wartawan pos ekonomi di Kantor BI Sulut, Andry Prasmuko mengatakan, kegiatan bersama media diakhir jabatannya karena akan pensiun dia berharap media menjadi wadah strategis dalam mempererat kolaborasi antara Bank Indonesia

“Media dalam memperkuat pemahaman publik akan kondisi ekonomi serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara,”tutupnya.(Kifli).