Magister Divinity Dan Kekawatiran Lulusan Teologi

oleh -55 views

Manado, Infosulut.id – Menjadi Pelayan Tuhan tentunya panggilan Sekaligus Impian bagi beberapa orang, namun dalam prosesnya terdapat banyak tantangan hingga pergumulan Yang harus di hadapi untuk menggapai hal tersebut .Minggu (07/04/2024).

Pergumulan tersebut saat ini sedang dirasakan oleh beberapa lulusan teologi Universitas Kristen Indonesia (UKIT) Tomohon . sebut saja salah satunya bunga (nama samaran) . angkatan lulusan tahun 20XX.

Bagaimana tidak, di ketahui pada beberapa tahun yang lalu bunga Baru lulus dari fakultas teologi ukit dan berkeinginan untuk melanjutkan ke jenjang vikaris . Namun hal – hal yang tak mengenakan mulai di dengar oleh bunga .

Pasalnya .”saya dan kawan kawan mendengar,UKIT dan Sinode Gereja Masehi injili di Minahasa (GMIM) akan mengeluarkan aturan baru, yang dimana setiap mahasiswa/lulusan teologi wajib mengambil Magister divinitas (M.div) jika ingin maju ke jenjang Vikaris,” ujar bunga dalam telefon singkat bersama Jurnalis Infosulut.id, Jumat (05/04/2024).

Selanjutnya, bunga juga menyayangkan jika nantinya benar akan ada keputusan tersebut, karena di nilai tergesa – gesa dan minimnya informasi serta sosialiasi kepada mahasiswa dan para lulusan yang berkeinginan maju ke jenjang vikaris.

“Sebenarnya kami sudah lama mendengar simpang siur terkait dengan aturan baru ini, namun seiring masuk di tahun 2024, kekawatiran tersebut mulai terasa nyata, apalagi di kalangan lulusan Strata 1 dan kawan-kawan yang sementara melanjutkan di proses Magister teologi, apakah wajib atau tidak mengambil pendidikan Magister divinitas,” Jelas Bunga .

Bunga berharap nantinya akan ada penjelasan lebih dari pihak kampus maupun sinode GMIM terkait kebijakan magister divinitas. Apalagi dirinya rasanya sudah tidak memiliki biaya jika benar akan adanya aturan untuk mewajibkan lulusan teologi lanjut ke jenjang magister divinitas.

Selanjutnya di hari yang berbeda, salah satu dosen dari fakultas Teologi Universitas Kristen indonesia (UKIT) Tomohon yang juga sekretaris BPMS (GMIM) angkat suara terkait dengan simpang siur dari Magister divinitas.

Yakni Pdt. Dr. Evert Tangel, M.Pd.K, yang ditemui di sela-sela kesibukannya dalam pelayanan selebrasi paskah Remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Sabtu (06/04/2024) Stadion Klabat, Kota Manado .

“Terkait magister divinitas/divinity, itu sudah di bahas dalam sidang sinode ke-36, waktu di Tikala, dan memberikan ruang kepada lulusan teologi untuk melanjutkan ke jenjang vikaris dan syaratnya adalah wajib mengambil gelar akademik magister divinity. Dan akan disampaikan kepada yang baru lulus,” sahut bapak Pdt Evert tangel .

Selanjut tangel menyampaikan, bahwa magister divinity tersebut wajib di peruntukan untuk mereka yang baru lulus di tahun 2024 ke atas jika ingin lanjut ke jenjang vikaris,

“Wajib bagi yang baru lulus, dan untuk lulusan 1 atau 2 tahun kebelakang hingga seterusnya tetap bisa mengambil vikaris tanpa mengambil proses akademik magister divinitas, namun jika ingin mengambil tetap diperbolehkan,” pungkas Pdt . Dr evert Tangel. M.Pd.K.

Penilis : Candle
Editor : Kifli