Melihat Cara Siswa Belajar Berbasis Projek di SMK PK, SMKN 3 Manado

oleh -114 views

Manado, SMK Negeri 3 Manado yang merupakan SMK Pusat Keunggulan ini telah menerapkan pembelajaran berbasis projek sesuai dengan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dalam Pengembangan SMK Pusat Keunggulan.

Terlihat untuk jurusan PPLG atau Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim di SMKN 3 Manado telah memulai kegiatan IKM dimana para siswa-siswi mempresentasekan hasil karya mereka masing – masing pada Selasa (22/11/2022).

Melalui Guru bahasa inggris dra Nori Palendeng mengatakan, saat ini adalah kolaborasi Bahasa Inggris dan Matapelajaran Kejuruan

“Intinya para siswa ketika praktek mereka bisa gunakan bahasa inggris lewat web disain,”katanya.

Lanjutnya, pembelajaran kali ini adalah projek mendesain website disini skill kejuruan dan bahasa inggris dipadukan.

“Kami bagi dua kelompok dimana kelompok 1 mendesain website tataboga dan kelompok kedua mendesain website perhotelan dan ini bertujuan ketika ingin memasarkan atau menjual sudah ada desainnya,”kata Nori.

Sementara menurut Kepala SMK Negeri 3 Manado, Silvya A.C Ransulangi S.Pd MM mengatakan, saat ini adalah pembelajaran berbasis projek dimana pembelajaran yang menggunakan projek sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai soft skills, hard skills, dan karakter.

“Sebagai SMK PK penekanan pembelajaran terletak pada aktivitas-aktivitas murid dalam menghasilkan produk yang menerapkan keterampilan meneliti, menganalisis, membuat, hingga mempresentasikan produk pembelajaran berdasarkan pengalaman nyata,”katanya.

Lanjut dia, produk yang dimaksud adalah hasil projek berupa barang atau jasa dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan lain-lain.

“PPLG adalah merupakan sebuah jurusan yang ada di SMK Negeri 3 Manado dimana jurusan yang mempelajari dan mendalami semua cara-cara pengembangan perangkat lunak termasuk pembuatan, pemeliharaan, manajemen organisasi pengembangan perangkat lunak dan manajemen kualitas,”jelasnya.

Lanjut beliau, bukan hanya itu, PPLG juga berkaitan dengan software komputer mulai dari pembuatan website, aplikasi, game dan semua yang berkaitan dengan pemrograman dengan menguasai bahasa pemrograman tersebut. Intinya RPL tidak akan jauh-jauh dari tiga hal yaitu Coding, Desain dan Algoritma yang akan menjadi kunci keberhasilan rekayasa perangkat lunak tersebut.

” Saya bersyukur dalam praktek kali ini para siswa ini sudah mampu mendesain website dan bisa mempresentasikan dengan baik dengan memakai bahasa inggris,”katanya.

Lanjut Kepsek, tujuan pengelolaan pembelajaran berbasis projek adalah meningkatkan kepercayaan dunia kerja terhadap SMK dan tamatan SMK, mendukung sertifikasi kompetensi murid oleh industri, meningkatkan produktivitas SMK berbasis produk standar industri, merancang pembelajaran yang seimbang dalam pembekalan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mudah memusatkan perhatian murid dalam belajar pada satu projek, meningkatkan efektifitas pembelajaran, karena semua mata pelajaran/kompetensi yang relevan dipelajari dalam projek yang sama, memiliki penguasaan kompetensi lebih mendalam dan berkesan, mengarahkan murid agar mampu bekerja dengan profesional di dunia kerja, menyiapkan murid agar memiliki kompetensi teknis (hard skills), membudayakan budaya kerja industri, terutama budaya mutu, efisiensi, dan kreativitas, memberikan wahana pengalaman belajar murid dengan pengalaman berhasil

“Prinsip pengelolaan pembelajaran berbasis projek harus kerja sama produk dan pembelajaran sekolah dengan dunia kerja serta pembelajaran melalui projek riil dari dunia kerja dengan memperhatikan nilai ekonomis dan ketepatan waktu penyerahan produk dan proses pembelajaran rangkaian projek utuh dari analisis order sampai layanan purna jual (layanan setelah jual-beli) Kolaborasi antar mata pelajaran sesuai kompetensi,”jelasnya.

Ditambahkannya, dalam IKM ini 70 persen adalah praktek dan 30 persen teori dan ini harus melahirkan para siswa yang siap kerja dengan mempunyai keahlian yang mumpuni serta setiap pelajar harus memenuhi 6 profil pelajar Pancasila yakni, beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, mandiri, bergotong-royong; berkebinekaan global, bernalar kritis, dan kreatif.(Kifli).