Antusias Siswa SMAS Kristen Tumou Tou Girian Belajar Jurnalistik dan Menangkal Hoaks

oleh -49 views

Manado, Infosulut.id – Puluhan siswa SMA Swasta Kristen Tumou Tou Girian yang tergabung dalam OSIS dan Agen Perubahan, Kamis (17/11/2022), mengikuti Pelatihan Jurnalistik Siswa yang digelar di pendopo sekolah tersebut.

Pelatihan Jurnalistik yang bekerjasama dengan Jurnalis Pendidikan Sulut (JPS) ini dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Swasta Kristen Tumou Tou Girian, Maxi Awondatu, S.Pd. M.Pd dengan didampingi Wakil Kepala Sekolah, Chatrina Watuna, S.Pd dan Femmy Kussoy, S.Pd.

“Sebagai Sekolah penggerak maka pelatihan kali ini sangat penting untuk pengetahuan serta ketrampilan siswa dalam hal literasi menulis dan juga mengenali dan menangkal informasi hoaks,” ujar Awondatu.

Dia mengatakan, pelatihan itu juga sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka yakni yang terkait dengan kemampuan literasi serta penguatan profil pelajar Pancasila.
“Ini penting bagi para siswa, juga terkait dengan kemampuan menulis,” ujarnya.

Maxi Awondatu mengatakan, Sekolahnya juga akan membuka website sekolah agar para siswa yang telah mengikuti pelatihan ini bisa memuat kegiatan mereka di Sekolah.

“Terkait informasi hoax kalau mereka sudah paham maka akan terhindar dari jeratan UU ITE,” papar Kepsek.

Tampil sebagai pemateri pertama adalah Yoseph E Ikanubun, Ahli Pers dari Dewan Pers, yang membahas tentang Pers dan Jurnalistik.

Dia mengulas terkait sejarah, pengertian dan fungsi pers, wartawan, jurnalis, dan reporter serta jenis-jenis media massa.
“Wartawan adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik. Ini diatur dalam pasal 1 ayat 4 UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers,” ujar Pemimpin Redaksi DetikManado.com ini.

Dia memaparkan, kegiatan jurnalistik itu meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi di media massa.

“Nah media massa ini terdiri dari media cetak, media elektronik, serta media siber,” ujar Ikanubun yang juga kontributor Liputan6.com ini.

Pada sesi kedua, Ketua JPS Julkifli Madina membahas tentang Tekhnik Reportase dan Wawancara. Dia mengulas tentang pengertian reportase dan wawancara, serta bagaimana mempersiapkan dan menjalankan reportase serta wawancara.

“Reportase dan wawancara ini penting karena menjadi bagian dari kerja-kerja jurnalistik,” ujar Madina.

Para siswa kemudian diberi kesempatan untuk melakukan simulasi singkat bagaimana tekhnik wawancara yang baik.

Ikanubun kembali tampil di sesi ketiga dengan membahas topik tentang Mengidentifikasi dan Menangkal Hoaks. Dimulai dengan pengertian hoaks, jenis-jenis hoaks, serta bagaimana cara menangkalnya.

“Hoaks adalah berita bohong. Ini banyak beredar atau disebar di media sosial,” ujarnya sambil menambahkan, agar para siswa tidak mudah untuk menyebar informasi yang belum teruji kebenarannya.

Pada sesi terakhir tampil kembali Julkifli Madina dengan menyampaikan materi tentang Tekhnik Menulis Berita. Kifli juga mengulas tentang pengertian, jenis, nilai, struktur, dan unsur berita.

“Unsur berita itu dikenal dengan 5W+1H. Yakni what, who, where, when, why serta how. Ini harus ada dalam sebuah berita,” papar Kifli yang juga Pemimpin Redaksi Radio Golden Heart Manado ini.

Setelah semua materi rampung, para peserta dibagi dalam 8 kelompok serta melakukan simulasi menulis berita pendek terkait kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut. Setelah itu para siswa mempresentasekan berita yang ditulis.

“Kami merasa bangga karena ternyata adik-adik siswa SMA Swasta Kristen Tumou Tou Girian ini ternyata memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan wawancara serta menulis berita,” ujar Madina.

Dalam sesi terakhir juga diumumkan 3 kelompok terbaik dan 7 peserta terbaik dalam pelatihan jurnalistik siswa tersebut.

Kepala SMA Swasta Kristen Tumou Tou Girian, Maxi Awondatu saat penutupan menyerahkan hadiah buku kepada 7 peserta terbaik. (Kifli).