SMK Katolik St. Familia Tomohon Ikuti Rakor Finalisasi Rencana Program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan Industri

oleh -98 views

Tomohon, Infosulut.id – SMK Katolik St. Familia Tomohon yang sudah menjadi SMK Pusat Keunggulan di Sulut khususnya di Kota Tomohon terus bergerak tingkatkan kompetensi para siswanya.

Dimana belum lama ini SMK PK SMK Katolik St. Familia Tomohon satu – satunya Sekolah SMK PK di Sulut telah mengikuti finalisasi rencana program SMK PK skema pemadanan dukungan industri secara daring bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Program SMK Pusat Keunggulan merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, yang akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lainnya. Selain itu, ada program pendampingan yang dirancang untuk membantu SMK PK dalam pencapaian output. Pelaksana pendampingan dilakukan oleh perguruan tinggi yang telah memenuhi kriteria.

Kepala SMKS Katolik ST Familia Tomohon Sr Tetty Sabaria Sitorus SSi MPd Selasa (31/06/2022) mengatakan, dengan telah mengikuti finalisasi rencana program SMK PK skema pemadanan dukungan industri maka Sekolah akan mendapatkan bantuan dari industri dan magang para guru dan Siswa terbuka lebar.

” Sangat bersyukur sekolah kami satu – satunya di Sulut terpilih mengikuti finalisasi rencana program SMK PK skema pemadanan dukungan industri,”ungkapnya Kepsek Sitorus.

Lanjut Kepsek, saat ini sekolahnya kerjasama dengan Hotel Peninsula Manado dan para guru dan siswa magang disana.

Sementara menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah melakukan transformasi pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) sejak tahun 2021.

Program ini sejatinya telah digagas sejak 2020 melalui “SMK Center of Excellence” (SMK CoE). Adapun sebelumnya pengembangan SMK juga telah dilakukan melalui Program Revitalisasi SMK yang tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016.

Pada tahun 2022, Kemendikbudristek melanjutkan program prioritas SMK PK yang implementasinya tidak lepas dari pilar Merdeka Belajar.

Dalam pernyataan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto belum lama ini bahwa SMK PK merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja sekaligus menjadi katalis perwujudan visi pendidikan Indonesia.

Sekolah yang menjadi pelaksana program SMK PK akan mendapatkan penguatan kemitraan dan penyelarasan dengan dunia kerja, dan akhirnya menjadi rujukan yang memiliki semangat pengimbasan bagi SMK lainnya,” ujar Wikan.

Pengembangan program dari SMK PK sebelumnya, tahun ini Kemendikbudristek meluncurkan skema baru yaitu Skema Pemadanan Dukungan yang akan melibatkan industri secara lebih intensif. Adanya Skema Pemadanan Dukungan ini menjadi langkah strategis SMK untuk berperan dalam upaya memperkuat daya saing serta percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi industri.

Dirjen Wikan mengungkapkan, aspek keterlibatan industri minimal dalam penyelarasan kurikulum, penguatan unit teaching factory SMK, dan penyediaan praktisi industri sebagai instruktur di SMK. “Melalui skema ini, setiap dukungan dari industri yang diberikan kepada SMK pelaksana program SMK PK Skema Pemadanan Dukungan akan mendapatkan dana pemadanan dari Kemendikbudristek. Dengan melibatkan industri secara intensif, skema ini dipastikan tidak hanya menguntungkan satuan pendidikan vokasi yang nantinya akan diberi kucuran dana, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi industri,” terangnya.

Beberapa manfaat yang akan didapatkan industri, di antaranya, meningkatkan efisiensi industri dalam pengeluaran operasional (operating expenditure) dan pengeluaran modal (capital expenditure), serta berkesempatan menyiapkan talenta unggul yang sesuai kebutuhan industri. Skema ini juga memungkinkan industri untuk memindahkan salah satu jalur produksi ke SMK dengan biaya pemadanan dukungan dari pemerintah melalui teaching factory. Cara ini diharapkan mampu memberikan efisiensi dalam hal pembiayaan sektor produksi.(Kifli).