Sebagai Sekolah Penggerak, SMAN 8 Manado Mulai Lakukan Pembelajaran Berbasis Proyek

oleh -420 views

Manado, Infosulut.id – Sebagai sekolah penggerak, SMA Negeri 8 Manado sudah mulai melaksanakan pembelajaran berbasis proyek terkait pembentukan karakter dalam Profil Pelajar Pancasila.

Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program Sekolah Penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Sekolah Penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan
hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar
Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM
yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.

Untuk mewujudkan itu, ratusan siswa – siswi kelas 10 mulai Senin 4-8 April 2022 telah melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek sebagai tuntutan sekolah penggerak.

“Kami sudah mulai melaksanakan pembelajaran berbasis proyek terkait pembentukan karakter dalam profil pelajar pancasila,”ungkap Kepala SMA Negeri 8 Manado, Mediatrix Maryani.

Kata Kepsek Mediatrix, para siswa kelas 10 kunjungi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Minahasa Utara untuk pembelajaran berbasis proyek di luar ruang kelas.

Sementara itu melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan, yang juga Guru Fisika, Dalvian M Taroreh S.Pd, M.Si menyampaikan, para Siswa yang belajar di BMKG Stasiun Klimatologi Minut adalah kelas 10 dengan total 367 Siswa.

” Mereka setiap hari ada 2 kelas dari 10 kelas yang datang belajar secara bergantian mulai Senin – Jumat ini,” ungkap Dalvian.

Lanjutnya, para Siswa diberikan pengetahuan mulai dari ancaman cuaca pemanasan global hingga pengenalan alat dan berakhir di ruangan pengamatan.

“Hasil dari belajar disini mereka yangbtelah dibagi perkelompok akan melakukan presentase di sekolah terkait apa yang mereka dapat dilapangan,” kata Dalvian.

Lanjut Dalvian, para siswa kelas 10 ini pelajari terkait Geografi, IPA Terpadu maupun sejarah dan nanti setiap siswa akan melakukan kampanye sosialisasi penyelamatan bumi melalui media sosial dan bentuk sarana lainnya.

“Kedepan kami pihak sekolah akan melakukan MoU dengan BMKG Stasiun Klimatologi Minut,”tutupnya. ( Kifli ).