Memutus Penyebaran Covid-19, SMKN 1 Tondano Gelar Praktik Siswa Di Sekolah Hadirkan IDUKA

oleh -746 views

Foto : Para Siswa Jurusan Keahlian Keperawatan Melaksanakan PKL di Sekolah yang didampingi Para Guru Dan Saat ini dipantau langsung Kepala SMKN 1 Tondano.

Tondano, infosulut.id – SMK Negeri 1 Tondano pada praktik dimasa pandemi Covid-19 kali ini, dilaksanakan di Sekolah dimana sebelum pandemi dilaksanakan di dunia industri dan dunia kerja (IDUKA).

“Ya kami terpaksa harus menggelar praktik di Sekolah demi untuk memutus penyebaran Covid-19 dan menghindari munculnya klaster Sekolah,” Kata Kepala SMK Negeri 1 Tondano, Vecky Pangkerego M.Pd Kamis (22/10).

Kata Kepsek Vecky, biasanya para siswa PKL terjun kelokasi IDUKA, tetapi dengan adanya Pandemi Covid-19 maka para siswa melakukan praktik hanya di lingkungan Sekolah dengan menghadirkan instruktur pengajar dari IDUKA.

“Pelaksanaan PKL SMK di IDUKA menunggu sampai pandemi Covid-19 benar-benar berakhir atau sudah aman agar bisa kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa,” ujar Kepsek.

Dijelaskan Vecky, Siswanya yang mengikuti PKL biasanya ditempatkan di IDUKA sesuai dengan kompetensi keahlian mereka.

“Pelaksanaan praktik tetap dilaksanakan di Sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan cegah penularan Covid-19. Hal itu dikarenakan tidak semua praktik bisa dilaksanakan secara daring,” Ungkap Kepsek.

“Memang tidak akan efektiv kalau praktik secara daring, karena namanya praktik harus terjun dan lihat langsung dan perbaiki,” katanya.

Dijelaskannya, Penerapan protokol kesehatan saat praktik di Sekolah tetap bisa dilakukan, karena memang pelaksanaan praktik di beberapa kompetensi keahlian secara tidak langsung tidak dilakukan secara berkerumun dan hanya beberapa siswa yang masuk secara bergantian.

Beliau menjelaskan, praktik sangat penting di SMK, karena siswa harus mengalami langsung tindakan yang berkaitan dengan skill atau kemampuan kompetensi yang dipelajari. Keterampilan praktik kejuruan tidak bisa hanya dilakukan dengan daring

“Siswa SMK harus diasah skill-nya supaya jadi kompeten di bidangnya masing-masing. Dengan hadir di sekolah mereka belajar Project Best Learning atau pembelajaran berbasis membuat produk nyata yang mulai dari perencanaan desain, proses pembuatan, dan kontrol kualitasnya didampingi oleh gurunya,” jelas Kepsek. 

Lanjut Vecky, saat ini ada 655 siswa di Sekolahnya dan ada 200-san Siswa yang ada di jurusan keahlian keperawatan.

“Semua Siswa kami mintakan surat pernyataan kesediaan orang tua yang di tanda tangani diatas materai yang menyatakan anaknya untuk praktik di Sekolah,”ungkap Pangkerego.

Kata dia, saat ini pembelajaran secara daring 95 persen dan sisanya 5 persen pembelajaran luring.

Sementara menurut salah satu guru honor Morlin Angela Runtu mengajar Produktiv Keperawatan didampingi Cristin Lahinda
Guru honor dijurusan yang sama ini
mengatakan, sampai saat ini sudah masuk minggu kedua dilaksanakan PKL dan setiap hari ada tiga sesi dilaksanakan dimana persesi ada 5 orang siswa dan dalam satu hari ada 15 orang siswa yang praktik.

“Pada PKL kali ini dilakukan protokol kesehatan yang sangat ketat dimana 3M wajib dilakukan yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” Kata Morlin.

Katanya, saat ini yang melakukan PKL di Sekolah dari Kelas 12 Keperawatan.

Tinggalkan Balasan