Cara Para Guru SMKN 2 Bitung Dalam Pembelajaran Daring Dan Luring

oleh -607 views


Bitung – Pada masa Pandemi Covid-19 saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi guru – guru di SMK Negeri 2 Bitung.

Pembelajaran baru dengan meniadakan tatap muka dan mengganti dengan pembelajaran di dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring).

Dengan pembelajaran seperti ini, maka di SMKN 2 Bitung hanya 60 persen bisa belajar daring dan 40 persen belajar luring.

“Dari 1.743 Siswa yang tersebar di 11 Jurusan Keahlian Siswa kami di pembelajaran masa pandemi Covid-19 ini, dan untuk memutus mata rabtai penyebarannya, maka mengharuskan belajar secara daring dan luring,” Ungkap Kepala SMK Negeri 2 Bitung, Meryati Taengetan S.Pd Jumat (02/10).

Kata Kepsek Meryati, Pembelajaran daring untuk mengajar para guru ada yang menggunakan class room, WA dan Video dan semua itu adalah kreativitas dari para guru matapelajaran sehingga siswa bisa mengerti.

“Dengan berbagai cara mereka lakukan agar para siswa bisa paham apa yang mereka ajarkan dalam pembelajaran daring,” Jelas Kepsek.

Katanya, khusus pembelajaran luring dibuat kelompok, dimana para siswa dikumpul disuatu tempat dengan menerapkan protokol kesehatan baik pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan dibatasi jumlahnya.

“Ada modul juga dibuat oleh sekolah dan para siswa juga datang disekolah dengan bergantian dan menerapkan protokol Kesehatan Covid-19,” Kata mantan Kepsek SMKN 6 Bitung ini.

“Dalam pembelajaran daring, kami dapat bantuan paket data dari Kemendikbud dan juga tablet untuk membantu siswa agar bisa belajar,” Jelasnya.

Lanjut dia, orang tua sangatlah berperan penting dalam pembelajaran daring dan luring di masa pandemi kali ini, karena dengan berhasilnya siswa juga didukung penuh oleh orang tua.

“Ya kami berharap agar virus corona ini cepat berakhir sehingga bisa beraktivitas normal seperti biasa dan para siswa bisa bertatap muka langsung di Sekolah,” Jelas Kepsek.

Sementara menurut Selvi Widati, S.Pd Guru teknik gambar listrik di SMKN 2 Bitung ini mengatakan, pembelajaran daring dilakukan dengan beberapa cara baik melalui group class room dan group WA.

“Ya kalau signal bagus pembelajaran dilakukan secara daring dan kalau tidak bagus signalnya maka siswa belajar secara luring,” Jelasnya.

Kata Selvi, banyak tantangan dalam pembelajaran dimasa pandemi kali ini.

“Kami buat kelompok bagi mereka dan pembelajaran daring kesulitannya kalau jaringan didaerah itu hilang – hilang sehingga pembelajaran terputus – putus dan kalau luring kami membawah materi dan ada juga mereka datang kesekolah,” Kata Selvi.

Lanjutnya, dimasa pandemi ini juga ada untungnya karena para siswa termotivasi untuk belajar sendiri dan orang tua juga termotivasi membantu anaknya belajar dan
sampai saat ini pembelajaran daring dan luring bisa teratasi dengan baik.

Tinggalkan Balasan